Senin, 13 April 2015

Ilmu Budaya Dasar : 3 Unsur Cinta Menurut Sarwono

3 Unsur Cinta Menurut Sarwono

Apakah yang harus dimengerti tentang cinta ? inti pokoknya cinta bersifat timbal balik. Dalam cinta sejati selalu ada kesungguhan utuk membangun hubungan cinta yang ideal dalam mewujudkan kehidupanyang terbaik. Cinta itu sebenarnya praktis, cinta memperbolehkan satu sama lain memperoleh kemajuan dari kesalahan-kesalahannya. Sebagai hukum kodratnya dikatakan bahwa cinta di dalam praktisnya sehari-hari berbeda maknanya bagi seorang pria dan seorang wanita. Bagi seorang pria, cinta itu harus bersifat agresif dan kreati. Sedangkan bagi seorang wanita,cinta seharusnya bersifat represif, membina.

Pengertian cinta dikemukakan oleh Dr. Sarlito W. Sarwono dalam majalah sarinah dengan artikel yang berjudul segitiga cinta. Bukan cinta segitiga. Dikatakannya bahwa cinta ideal memiliki tiga unsur, yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan.

Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati, atau ada uang sedikit beli oleh-oleh hanya untuk dia. Keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara di gantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan, seperti sayang. Makan-minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam-meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia, dan lain-lain. Kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, saling mencium, merangkul, dan sebagainya.

Selanjutnya, Dr. Sarlito W. Sarwono juga mengemukakan bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuat. Kadang-kadang, ada yang keterkaitannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat dan kecemburuannya besar, serta dirasakan oleh pasangannya dingin atau hambar karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan dari kemesraan atau keintiman. Cinta sahabat karib atau saudara sekandung merupakan contoh dari cinta diatas, cinta seperti ini penuh keakraban, tetapi di dalamnya tidak ada gejolak-gejolak mesra, karena orang-orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal-hal lain daripada partnernya. Ada juga cinta yang diwarnai dengan kemesraan yang sangat menggejolak, tetapi unsur keintiman dan keterikatannya kurang. Cinta seperti ini dinamakan cinta yang pincang.

Lebih berat lagi apabila salah satu unsur cinta itu tidak ada. Sehingga tidak berbentuk segitiga. Cinta yang demikian tidak sempurna dan dapat disebut bukan cinta. Besar-kecilnya cinta bergantung kepada mereka yang saling mencintai, ada yang memiliki cinta besar, ada yang memiliki cinta sedang, dan ada yang memiliki cinta kecil. Cinta besar dimiliki oleh orang dewasa, terutama yang sudah menikah, sehingga segitiga cinta ini dapat mencapai bentuknya yang paling besar. Sedangkan untuk remaja, pada umumnya ukuran cintanya di gambarkan dengan segitiga kecil, apabila cinta remaja ini terus dikembangkan atau dipupuk, akhirnya akan mencapai ukuran sedang.


Daftar Pustaka :


Widyosiswoyo, suparto. (2004). Ilmu Budaya Dasar. Bogor Selatan: Ghalia Indonesia 

Minggu, 05 April 2015

IBD Yang Dihubungkan Dengan Prosa

IBD (Imu Budaya Dasar) Yang Dihubungkan Dengan Prosa

Istilah prosa itu banyak dan kadang-kadang sering disebut sebagai Narrative fiction, fiction, atau cerita rekaan dapat di definisikan sebagai bentuk cerita yang mempunyai pemeran, peristiwa, dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Di dalam kesusastraan bahasa indonesia kita ada 2 jenis prosa, yaitu prosa lama (dongeng, hikayat, sejarah, epos, dan cerita pelipur lara) dan prosa baru (cerpen, novel, biografi, kisah, dan otobiografi). Pengertian dari prosa lama itu sendiri merupakan karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat, sementara prosa baru adalah karangan prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya Barat.

Disini saya akan mengambil contoh prosa lama (legenda) beserta pelajaran yang bisa kita ambil dari prosa lama (legenda) tersebut. Prosa lama ( legenda) tersebut bertema “Si Malin Kundang”. Legenda ini sudah santer terdengar di telinga kita. Malin Kundang adalah cerita rakyat yang berasal dari provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu. Sebentuk batu di pantai Air Manis, Padang, konon merupakan sisa-sisa kapal Malin Kundang.

Dari legenda tersebut kita dapat mengambil kesimpulan atau pelajaran bahwa :                                  
1. Tidak boleh durhaka terhadap orang tua
2. Tidak boleh melupakan semua jasa dan kebaikan orang tua
3. Tidak boleh sombong, angkuh dan serakah.
4. Selalu ingat dengan pesan orang tua.
5. Dimanapun berada harus selalu ingat kepada Allah Yang Maha Esa.


Di dalam prosa, adapun nilai-nilai yang di peroleh pembaca adalah prosa memberikan kesenangan, informasi, warisan budaya, serta keseimbangan wawasan.

Senin, 23 Maret 2015

KAITAN MANUSIA DENGAN BUDAYA

Budaya membuat kehidupan manusia menjadi lebih “berwarna”



Manusia dan budaya adalah dua hal yang berkaitan erat satu dengan yang lainnya.  Mengapa demikian ? dikarenakan apapun tindakan yang dilakukan oleh manusia akan menghasilkan sebuah kebudayaan. manusia dengan budaya bisa dikatakan mempunyai hubungan “symbiosis mutualisme”. Karena kehidupan manusia tanpa adanya budaya akan terasa hampa. begitu pula sebaliknya, budaya tidak akan tercipta tanpa adanya manusia.

Hubungan manusia dan kebudayaan memang sudah tidak bisa dipisahkan walau di zaman modern seperti saat ini. Walau kebudayaan tradisional kita sudah jarang diminati oleh para generasi muda karena mungkin sudah di anggap “kuno” akan tetapi kita seharus nya bangga dengan kebudayaan yang kita miliki, karena kebudayaan di negara kita sangat banyak dan beranekaragam. Memang manusia tidak bisa dipisahkan dengan kebudayaan, karena dengan kita mengenal dan mempelajari kebudayaan kita setidak nya bisa mengetahui kebudayaan apa saja yang kita miliki di negeri kita ini. 

“Secara sederhana dapat dikatakan bahwa hubungan antara manusia dengan budayaadalah ketika manusia sebagai perilaku budaya dan budaya tersebut merupakan obyek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia.”

Budaya sendiri tidak bisa diciptakan tanpa pengikut atau orang yang menjalaninya, oleh karena itu budaya memerlukan pengikut atau orang yang menjalani budaya tersebut. budaya adalah suatu yang sistematis, budaya dapat membuat sebuah zaman jadi lebih “berwarna”. karena ada kegunaan budaya yang menjadikan suatu zaman menjadi lebih "berwarna" dan ada juga terciptanya hubungan pencipta dan yang tercipta antara budaya dengan manusia, manusia itu sendiri membutuhkan budaya sebagai sebuah pengatur sikap dan perilaku antar sesama manusia. dengan adanya budaya yang baik dan benar, menciptakan sebuah hidup yang teratur dan sopan santun dalam berhubungan kepada tiap manusia.

Jadi, pada hakekatnya manusia saling membutuhkan, maka dari itu budaya diperlukan untuk menjadikan manusia itu memiliki ciri khas tersendiri dalam hidup. kesimpulannya adalah dalam sebuah budaya memiliki banyak jenis hubungan dengan manusia, dan semuanya sangat erat dan saling berkaitan.





Minggu, 15 Maret 2015

Hakekat Manusia

Tahukah kamu, mengapa manusia disebut dengan makhluk Tuhan yang paling sempurna ?



Menurut saya, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna serta memiliki derajat yang paling tinggi diantara makhluk ciptaan yang lainnya. Mengapa dikatakan mahluk Tuhan yang paling sempurna ???  Karena manusia dalam penciptaan dan pelaksanaan hidupnya dimasukkan unsur hawa nafsu sebagai bahan ujian ketundukan dan ketaatannya kepada Tuhan sekaligus pembeda dengan Malaikat.

Nah, perbedaan lain yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan yang lainnya adalah manusia dilengkapi dengan akal, pikiran, perasaan dan keyakinan untuk memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik. Dari yang saya tau, manusia juga pada hakekatnya adalah makhluk sosial, dengan kata lain manusia adalah mahluk yang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Maka dari itu kita sebagai mahluk sosial harus saling menghargai dan mengasihi satu sama lain.


Dari yang pernah saya pelajari, Islam juga mempunyai pandangan terhadap hakekat manusia. Menurut al-qur’an, manusia diciptakan Allah dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, kita sebagai manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah Allah berikan. Jadi manusia adalah makhluk yang luar biasa kompleks. Sedemikian sempurna manusia diciptakan oleh sang pencipta. Maka dari itu kita sebagai manusia harus menjadi individu yang berguna terutama untuk diri sendiri dan orang lain.

Minggu, 08 Maret 2015

Mengenal Ilmu Budaya Dasar

Mengenal Ilmu Budaya Dasar

\
Ilmu Budaya Dasar (IBD) atau dalam bahasa inggris di sebut dengan Basic Humanities adalah pengertian dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah antara manusia dan budaya, serta mengembangkan juga wawasan terhadap pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah antara manusia dan budaya.

Seperti yang dituliskan oleh Budi Juliardi, S.H., M.pd. di dalam bukunya: Ilmu budaya dasar merupakan suatu disiplin ilmu yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan. Adapun kajian pokok IBD adalah berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya serta hakikat manusia yang satu.

Ilmu Budaya Dasar (IBD) semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut diri sendiri.
·       
             Kesimpulan:   Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah  sebuah pengetahuan dasar dimana di dalamnya mempelajari serta membahas tentang konsep-konsep yang telah di kembangkan serta mengkaji masalah-masalah antara manusia dan budaya.


Daftar Pustaka
Nugroho, W., & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma

Juliardi, Budi. (2014). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Padang: Alfabeta

Jumat, 02 Januari 2015

(Tugas) softskill Ilmu Sosial Dasar

Nama : Ricky Eka Saputra
NPM  : 19314260
Kelas : 1TA04


1.    Sebutkan dan jelaskan menurut tokoh pengertian masyarakat kota dan masyarakat desa !

Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah kumpulan sekian banyak individu kecil atau besar yang terikat oleh satuan, adat ritus atau hukum khas dalam hidup bersama.– J.L. Gillin dan J.P. Gillin mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang tersebar dan memiliki kebiasaan, tradisi,sikap dan perasaan persatuan yang sama– R. Linton seorang ahli antropologi mengemukakan bahwamasyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka itu dapatmengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.
Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.


Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat berikut :
1. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
2. telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah tertentu
3. adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju pada kepentingan dan tujuan bersama.
Pengertian Masyarakat perkotaan 
Seperti halnya desa, kota juga mempunyai pengertian yang bermacam-macam seperti pendapat beberapa ahli berikut ini:
· Wirth
Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
· Max Weber
Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
· Dwigth Sanderson
Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.
Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.
Menurut konsep Sosiologik sebagian Jakarta dapat disebut  Kota, karena memang gaya hidupnya yang cenderung bersifat individualistik.


 Pengertian Masyarakat Pedesaan
Yang dimaksud dengan desa menurut :
1.     Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
2.    Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
3.    Sedang menurut Paul H. Landis desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa.
Dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1.     Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
2.    Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan.
3.    Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim,   keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.

Sumber :





2.    Jelaskan pula perbedaan antara masyarakat kota dan masyarakat desa menurut tokoh !

Perbedaan dan ciri-ciri antara Desa dan Kota

Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:

Masyarakat Desa :
1).Perilaku homogen (bersama-sama)
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3).Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status .
4).Isolasi sosial, sehingga statik
5).Kesatuan dan keutuhan kultural
6).Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7). Kolektivisme

Masyarakat Kota :
1). Perilaku heterogen (masing-masing)
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
3).Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4).Mobilitassosial,sehingga dinamik.
5).Kebauran dan diversifikasi kultural
6).Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular
7).Individualisme

Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam bila dibandingkan hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994).
Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kyai, ajengan, lurah dan sebagainya.

Sumber :




3.   Menurut anda, mengapa saat ini warga desa yang sebagian besar adalah petani kini tak ingin lagi bekerja sebagai petani ?

mengapa saat ini warga desa yang sebagian besar adalah petani kini tak ingin lagi bekerja sebagai petani ?

Dari dulu, sejarah memang tak berpihak pada petani yang memang selalu tercampakkan sepanjang kurun peradaban.

Kekalahan petani inilah yang terus terbawa hingga sekarang. Apalagi di Indonesia, keterpurukan petani ini semakin lengkap. Selain kalah dari alam dan sumber daya manusia, petani juga kalah karena ketiadaan perlindungan oleh negara atau penguasa. “Ini berbeda, misalnya, dengan posisi buruh. Baik di konstitusi  maupun  undang-undang, buruh ada yang mengaturnya. Tapi, untuk petani sama sekali tak ada. Bayangkan saja,  kalau  buruh di PHK ada pesangonnya dan ada lembaga yang melindunginya. Nah, kalau petani gagal panen siapa yang mengganti kerugian dan siapa lembaga yang membantunya,” kata Ketua Dewan Tani Indonesia, Ferry Juliantono.

Kekalahan lain yang kini sudah tampak telanjang di depan mata adalah bangkrutnya kehidupan petani karena terus menyusutnya lahan yang dipunyai. Selama ini publik mengenal petani dengan citra ideal sebagai pemilik lahan. Tapi, bila ditelisik lagi ke pedesaan, kini  hampir sebagian besar petani sudah tak mempunyai tanah. Dan bila masih punya tanah, luasnya juga tinggal sejengkal. Alhasil, istilah petani Indonesia bila ingin diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris bukan lagi sebagai farmer, tapi lebih tepat dengan istilah peasant, yakni sekelompok buruh  yang mempunyai  lahan secuil serta masuk dalam kelompok masyarakat paling bawah. Sosok orang yang berada dalam golongan ini dicitrakan sebagai orang yang kasar, tak beradab, bodoh, dan hanya mempunyai kekuatan finansial yang kecil.


Sumber :

Rabu, 31 Desember 2014


(Tugas) softskill Ilmu Sosial Dasar

Nama : Ricky Eka Saputra
NPM  : 19314260
Kelas : 1TA04




1.    Jelaskan mengapa di Indonesia terjadi pelapisan sosial yang sangat kentara, apa faktor yang menyebabkan hal tersebut ?

Pelapisan Sosial Masyarakat Indonesia

Pelapisan sosial merupakan kondisi dimana bagian individu-individu dari suatu masyarakat yang terdiri atas latar belakang yang sama akan saling berkumpul dan akan membentuk suatu kelompok masyarakat sendiri. Hal ini mengakibatkan akan munculnya suatu pelapisan masyarakat atau pelapisan sosial. Pada hakikatnya manusia sebagai mahluk sosial, hal ini dirasakan wajar karena individu tentu akan lebih mudah bersama dengan yang memiliki kesamaan latar belakang dll.

Membicarakan tentang pelapisan sosial, bagi bangsa Indonesia hal tersebut bukan merupakan suatu hal baru. Jauh sebelum kemerdekaan, tepatnya ketika agama Hindu-Budha pertama kali masuk ke Indonesia. Dalam agama Hindu sendiri dikenal dengan nama kasta. Dimulai kasta yang paling rendah yaitu sudra, waisya, ksatria dan kemudian brahmana. Pelapisan masayarakat ini sangat berpengaruh ke dalam tatanan kehidupan negara pada umumnya. Karena pelapisan sosial inilah cikal bakal terjadinya sistem perbudakan.

Seiring berjalannya waktu, pelapisan sosial ini masih juga ada di tengah-tengah masyarakat namun dengan gradasi yang lebih halus. Di agama pun sebenarnya sudah ada dalil “Derajat manusia di hadapan Tuhan adalah sama”, di UUD 1945 sudah banyak dicantumkan tentang kesamaan derajat. Namun sistem pelapisan sosial ini  sepertinya sudah mendarah daging di kalangan masayarakat. Ini karena terbentuknya pelapisan sosial pun ada yang terbntuk secara alami ataupun secara di sengaja. Alami atau bawaan disini contohnya yaitu pelapisan sosial berdasar umur. Karena umur juga, biasanya ada yang di tua-kan, dan mendapat tempat tersendiri di masayarakat. Yang kedua adalah karena dengan cara disengaja. Seseorang akan dipandang menjadi kalangan kelas atas jika dia mempunyai tingkat kekayaan atau jabatan yang lebih tinggi dari yang lain.




Faktor terjadinya pelapisan sosial

1.      Terjadi dengan sendirinya.
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena sifanya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk pelapisan dan dasar dari pada pelaisan ini bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat dimanapun sistem itu berlaku. Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya, maka kedudukan seseorang pada suatu strata tertentu adalah secara otomatis, misalnya karena usia tua, karena pemilikan kepandaian yang lebih, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni, atau sakti.
2.     Terjadi dengan disengaja
Sistem palapisan ini disusun dengan sengaja ditujuan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam pelapisan ini ditentukan secar jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaanini, maka didalam organisasi itu terdapat peraturan sehingga jelas bagi setiap orang yang ditempat mana letakknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam organisasi baik secar vertical maupun horizontal.sistem inidapat kita lihat misalnya didalam organisasi pemeritnahan, organisasi politik, di perusahaan besar. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem ialah :
Ø  sistem fungsional
o   merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya saja didalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala seksi, dan lain-lain
Ø  sistem scalar
o   merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertikal)


Sumber:





2.  Berikan contoh pelapisan sosial yg terjadi dan ada di sekitar kita


Salah satu contoh dari seseorang yang pernah tinggal di dalam  sel tahananan (BUI) mengalami hal yang sangat menyedihkan. Menurutnya di dalam tahanan lebih sadis dari pada berada di jalanan yang lebih banyak penjahat. Karena di dalam sel terdapat tingkatan – tingkatan yang terjadi , seharusnya mereka memiliki hak yang sama, tetapi bukan itu yang di dapat. Di dalam sel ada tingkat ter tinggi, yaitu untuk orang - orang yang mempunyai kekayaan yang berlebih, kelas menengah merupakaan kelas bagi orang –orang yang mempunyai kekuasaan yang besar di dalam tahanan (biasa kita sebut preman).

Sedangkan yang paling rendah adalah bagi orang – orang yang tidak mempunyai apa-apa atau orang biasa. Orang biasa inilah yang menjadi korban oleh orang – orang atau kelompok –kelompok yang mempunyai kekuasaan dan kekayaan. Mereka sering disiksa, dipukuli, bahkan menjadin korban sodomi. Hal inilah yang terjadi akibat adanya stratifikasi sosial yang sebenarnya dapat di hilangkan dengan dibuatnya peraturan yang tegas. Bukan peraturan yang dapat dibeli atau dipermainkan.

Dari permasalahan di atas merupakan contoh akibat dari adanya suatu stratifikasi sosial yang terjadi di dalam tahanan / penjara. Yang merupakan salah satu dari stratifikasi sosial terbuka. Seharusnya hal tersebut tidak boleh terjadi di lembaga peradilan kita. Karena keadilan harus ditegakkan dan lembaga tersebut merupakan lembaga yang seharusnya ditegakkan bukaanya menjadi tempat untuk terbentuknya stratifikasi sosial di dalamnya. Oleh karena itu penegak hukum maupun hukum itu sendiri harus melakukannya dengan benar dan bertindak dengan jelas. 


Contoh yang lain dari pelapisan sosial adalah Kasus Ade Irma misalnya, setelah 2 tahun memperjuangkan haknya mendapatkan pelayanan kesehatan, oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo baru bisa menerimanya. Walau keberhasilannya itu, harus dibayar mahal dengan nyawanya yang tidak tertolong. Ade, satu diantara sekian banyak pemilik sah kartu keluarga miskin yang ditolak keluhan kesehatannya oleh rumah sakit. 
Risma Alfian, bocah pasangan Suharsono (25) dan Siti Rohmah (24), sudah empat belas bulan tergolek lemah di atas tempat tidurnya. Kepalanya yang terus membesar membuat Risma tidak bisa bangun. Sejak umur satu bulan, Risma sudah divonis terkena hydrocephalus (kelebihan cairan di otak manusia sehingga kepala penderita semakin besar).
Bidan tempatnya menerima imunisasi, meminta Risma segera menjalani operasi atas kelainan kepalanya itu. Operasi tidak serta merta bisa dilakukan lantaran butuh biaya yang begitu besar untuk mendanainya.
Bahkan dengan memiliki kartu Gakin yang diperolehnya dengan susah payah, juga tidak mampu bisa membawa Risma dalam perawatan medis. Risma ditolak RSCM lantaran tidak indikasi untuk dirawat.

Dari contoh kasus di atas dapat kita simpulkan bahwa Masyarakat kita sekarang ini tidak mampu berobat ke rumah sakit karena dirasakan biayanya sangat mahal. Pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin yang diselenggarakan oleh pemerintah pun belum menjangkau keseluruhan masyarakat.


Contoh terakhir Contoh kasus pelapisan sosial salah satunya adalah orang miskin atau tidak mampu di larang sekolah. musim baru pendidikan telah tiba membawa serta berbagai hal baru. Ada baju (seragam) baru, sepatu baru, kaus kaki baru dan tas baru. Juga ada topi baru, dasi baru dan tentu saja sederetan kebijakan baru, baik itu dari pemerintah, yayasan maupun sekolah. Namun yang lebih penting dari semuanya adalah semangat dan motivasi baru untuk mengefektifkan proses belajar-mengajar demi meraih sukses (gemilang) di musim UAN-UAS tahun 2011. Berhadapan dengan semua kebaruan ini sikap dan disposisi batin orangtua siswa tentu bervariasi. Bagi orangtua konglomerat dan pejabat birokrasi menghadapi musim baru pendidikan dengan label serba baru bukan masalah. Mereka dengan wajah sumringah memperlihatkan senyumnya yang tersungging bahagia. Biaya sekolah yang mahal bukan perkara yang sulit bagi mereka. Anak-anak mereka pun tampak riang dan ceria saban hari di sekolah.
Sambil duduk manis di dalam ruang kelas mereka menyimak dengan saksama semua yang diajarkan bapak-ibu guru. Sementara bagi orangtua pegawai biasa, yang ada pada mereka hanyalah semangat untuk membangun optimism dalam menata hari esok menjadi lebih baik. Anak-anak mereka umumnya menampakkan dua wajah sekaligus dalam interaksi sosialnya dengan teman-teman dan para guru di sekolah: kadang tampak girang, namun tidak jarang wajah mereka berbalutkan duka nestapa tatkala mengenang kembali kesahajaan hidup dan
kekurangmampuan orangtuanya yang sedang menantikan dengan rindu kedatangan mereka di rumah. Lantas, bagaimana dengan orangtua yang petani, tukang, buruh, wiraswastawan kecil dan profesi-profesi selevelnya? Diantara mereka ada yang masih dengan setia menyulam asa yang tersisa untuk menyiasati kemiskinan yang sedang menerpa mereka, kendatipun itu terasa berat. Kebanyakan mereka hanya pasrah sambil bergumam, "Selamat tinggal pendidikan, selamat tinggal sekolah. Jauhilah kami, sebab kami tidak mampu menggapaimu. Kami tidak sanggup menanggung mahalnya biaya pendidikan yang lahir dari rahim kebijakan para penguasa. Rangkullah erat-erat para konglomerat. Peluklah dengan mesra kaum kapitalis. Ziarah kami untuk melancong di rimba pendidikan berakhir di sini. Karena pintu sekolah hanya terbuka bagi orang kaya. Dan kami, orang miskin, dilarang sekolah." Tetapi ada juga yang dengan polos mendatangi para wakilnya di Dewan dan Pemerintah Kota untuk sekadar mengadu serentak memohon kalau dapat anak-anak mereka bisa diakomodir di sekolah negeri karena sekolah swasta semuanya mahal. Dan gayung pun bersambut, pemerintah (kota) akhirnya merestui tuntutan para orangtua dan berlakulah kebijakan penambahan ruang belajar baru di sekolah-sekolah negeri. BAHASAN kebijakan Pemerintah Kota menambah ruang belajar baru di sekolah-sekolah negeri tidak bermaksud untuk mematikan sekolah-sekolah swasta yang sedang eksis saat ini. Pemerintah kota hanya melaksanakan amanat undang- undang untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat pencari pendidikan. Bahkan pemerintah berjanji akan membantu sekolah-sekolah swasta dengan menempatkan guru-guru negeri di sekolah swasta. Memang di mana mana orang miskin selalu kesulitan mendapatkan akses untuk menikmati pendidikan secara memadai karena mahalnya biaya yang tidak terjangkau, terutama di sekolah-sekolah swasta. Mereka memilih tidak akan menyekolahkan anak- anaknya di sekolah swasta apabila sekolah negeri tetap ngotot menolak anak-anak mereka. "Anak saya sudah putus asa, dia tidak mau sekolah, apalagi di sekolah swasta” kata salah seorang buruh. Lagi-lagi, sekolah swasta diidentikkan dengan biaya mahal. Dan kemahalan selalu menjadi momok yang menakutkan para orangtua siswa. Karenanya perlu diwacanakan untuk dipertimbangkan dalam bingkai kebijakan pemerintah
bersama yayasan.

Sumber :